Jenis investasi

Hindari 7 Jenis Investasi Ini Jika Kamu Takut Akan Risiko

Salah satu alternatif penting untuk mempersiapkan masa depan adalah dengan melakukan investasi. Dengan investasi yang tepat, aset Anda akan naik dalam tahun-tahun mendatang. Akan tetapi, penting untuk dipahami bahwa ada sebagian investasi yang berisiko tinggi. Sehingga, jika Anda tidak memiliki keberanian, sebaiknya hindari investasi tersebut.

Baca Juga : 7 Macam Keuntungan Investasi di Bidang Pertanian

Beberapa Investasi yang Memiliki Risiko Tinggi

Ada beberapa jenis investasi yang sangat berisiko. Risiko yang ada pun beragam. Mulai dari kerugian sejumlah aset hingga hilangnya aset. Karena itu, Anda harus selektif dalam memilih jenis investasi agar tidak mengalami kerugian ataupun menyesal di kemudian hari. Berikut adalah beberapa jenis investasi dengan risiko tinggi yang dapat Anda hindari.

1. Investasi Emas

Emas sejak dahulu hingga sekarang adalah sarana investasi yang banyak digemari. Salah satu alasannya adalah karena harga emas yang senantiasa mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Investasi emas juga bertujuan untuk berjaga-jaga jika diwaktu-waktu seseorang membutuhkan uang. Namun, seringkali orang tidak memahami bahwa investasi emas sebenarnya berisiko.

Risiko investasi emas tidak terletak pada nilainya. Namun, risiko kehilangan atau dicuri orang. Hal ini lantaran emas seringkali disimpan di rumah. Tentu Anda akan mengalami kerugian yang besar jika hal ini terjadi. Terlebih jika jumlah emasnya besar. Oleh karena itu, usahakan untuk menghindarinya agar Anda tidak berisiko kehilangan emas.

Baca Juga : 8 Tips Cerdas Cara Investasi Emas Agar Menghasilkan

2. Investasi Obligasi

Obligasi yang merupakan surat utang yang menjadi bukti atas dana yang dikeluarkan kepada perusahaan tertentu. Baik perusahaan pemerintah ataupun nonpemerintah. Sekalipun besaran bunga yang diberikan pada obligasi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito, namun risiko di dalamnya juga terbilang tinggi.

Dikatakan memiliki risiko yang tinggi karena apabila sewaktu-waktu perusahaan yang menerbitkan surat utang obligasi tersebut mengalami bangkrut ataupun likuidasi, maka sangat mungkin dana investasi Anda tidak kembali. Sehingga, jika Anda takut dengan risiko semacam ini, sebaiknya hindari menanam investasi dalam bentuk obligasi.

Baca Juga : 8 Jenis Investasi Untuk Mahasiswa Yang Paling Tepat

3. Investasi Reksadana

Jenis investasi selanjutnya yang di dalamnya mengandung risiko cukup tinggi adalah reksadana. Meskipun sebenarnya ada beberapa macam reksadana dengan tingkat risiko yang beragam. Di antara jenis reksadana yang berisiko adalah reksadana campuran dan reksadana saham. Kedua investasi ini memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan tinggi, namun risikonya juga tinggi.

Kedua jenis reksadana tersebut memiliki komponen saham yang lebih besar. Salah satu faktornya adalah karena prosentase yang ditetapkan cukup tinggi. Sehingga, jika Anda tidak ingin berisiko dan mengalami kerugian, sebaiknya hindari jenis investasi jenis ini.

Baca Juga : 7 Alasan Mengapa Kamu Harus Melakukan Investasi Sejak Dini

4. Investasi Saham

Saham merupakan suatu kegiatan menanamkan modal kepada perusahaan tersebut. Sehingga, Anda termasuk ke dalam pemilik perusahaan yang bersangkutan. Dimana dari kepemilikan tersebut, Anda akan mendapatkan pembagian hasil dari perusahaan. Kepemilikan saham sendiri dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar bagi investor.

Akan tetapi, investasi jenis ini tergolong berisiko besar. Selain karena risiko kebangkrutan perusahaan, ada kalanya Anda akan mengalami kerugian ketika harga saham di pasar saham menurun. Dan jika saham yang Anda tanam dalam jumlah besar, maka kerugiannya tentu juga besar. Investasi ini tidak disarankan untuk Anda yang takut risiko besar.

Baca Juga : 10 Keuntungan Besar Yang Di Dapat Dari Inveastasi

5. Investasi Forex

Selain beberapa jenis investasi berisiko tinggi di atas, Forex juga termasuk jenis investasi yang cukup berisiko. Forex sendiri adalah suatu kegiatan pembelian mata uang asing atau valas untuk kemudian menjualnya kembali dengan harapan kursnya akan naik. Sehingga, keuntungan yang akan diperoleh oleh investor adalah dari selisih nilai kurs tersebut.

Akan tetapi, investasi jenis ini bisa dikatakan berisiko. Terlebih jika Anda berinvestasi dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan karena kurs mata uang bisa saja turun sewaktu-waktu. Dan saat ini, kurs mata uang asing juga menjadi urusan negara dan pemerintah dapat ikut campur dalam penentuan kurs tersebut. Sehingga, sebaiknya hindari jenis investasi berisiko ini.

Baca Juga : 10 Macam Investasi Yang Bisa Kamu Coba untuk Menghasilkan Uang

6. Investasi Fintech

Berikutnya adalah investasi Fintech. Ada banyak Fintech di Indonesia, salah satunya adalah P2P yang merupakan jenis inovasi dalam pinjam meminjam. Dimana, investor menyimpan uangnya di sini untuk kemudian uang tersebut dipinjamkan kepada peminjam. Baik dalam jumlah yang besar ataupun kecil. Kini sudah banyak investasi semacam ini yang tersebar di Indonesia.

Akan tetapi, risiko berinvestasi di sini cukup tinggi. Terlebih, jika ada kerugian dan kredit yang tidak dibayarkan, maka semua kerugian akan ditanggung oleh investor. Khususnya untuk jenis Fintech yang regulasinya masih belum jelas. Maka dari itu, sebaiknya hindari investasi ini jika Anda tidak ingin menanggung risiko yang merugikan.

7. Investasi Peer to Peer Lending

Tidak hanya itu, investasi Peer to Peer Lending juga tergolong investasi yang cukup berisiko tinggi. Investasi ini adalah investasi untuk penyediaan pinjaman secara online kepada masyarakat. Namun, keunggulan di dalamnya adalah suku bunga yang ditawarkan sangat tinggi. Sehingga, memungkinkan Anda memperoleh pendapatan pasif yang tinggi.

Namun, risiko yang kemungkinan Anda dapatkan juga tinggi. Terlebih jika Anda berinvestasi dalam jumlah besar. Risiko tersebut akan didapatkan jika peminjam gagal mengembalikan pinjamannya. Sehingga, potensi kerugiannya tentu tinggi. Maka dari itu, Anda yang takut akan risiko sebaiknya hindari jenis investasi satu ini dan pilih investasi yang aman berisiko kecil.

Investasi yang berisiko tinggi memang berpotensi memberikan keuntungan tinggi pula. Namun, untuk Anda yang tidak mau berisiko dapat menghindari jenis-jenis investasi tersebut. Terlebih, jika status Anda masih tergolong investor yang sangat pemula.

Leave a Comment

Webmaster tool activated by Webmaster Tools Plugin from LionScripts.com.