strategi naik gaji

Ingin Naik Gaji? Boleh Saja! Simak Strateginya Yuk!

Menjadi seorang karyawan tentu saja yang harus kita utamakan adalah bekerja sebaik-baiknya dan dengan itu maka kita berhak mendapatkan imbalan gaji beserta benefit yang telah disepakati bersama.

Namun tentunya setiap karyawan juga menginginkan kenaikan gaji secara berkala dan tentunya hal itu tidak ada salahnya. Lalu bagaimana jika kamu merasa sudah bekerja dengan baik dalam kurun waktu tertentu namun belum kunjung naik gaji? Sebenarnya apa sebabnya?

Banyak hal yang membuat perusahaan tidak atau belum mempertimbangkan untuk menaikkan gajimu.

Yang pertama bisa saja mereka berpendapat bahwa hasil kerjamu belum memenuhi persyaratan standar tertentu untuk kenaikan gaji, kondisi keuangan perusahaan dalam kondisi tidak stabil, pengaruh inflasi atau nilai mata uang dunia, perusahaan masih relatif baru sehingga belum menerapkan rancangan pasti terkait mekanisme kenaikan gaji karyawan, atau memang hasil kerja kamu belum benar-benar terpantau.

Namun kamu jangan merasa khawatir atau pesimis terlebih dahulu karena akan sealalu ada peluang yang bisa kamu manfaatkan agar kamu bisa  mendapatkan kenaikan gaji. Berikut adalah 5 strategi agar memperoleh kenaikan gaji.

1. Teliti Kembali Surat Perjanjian Kerja

Pada saat kamu mulai bekerja pada sebuah perusahaan, tentunya kamu telah membaca dan menanda tangani Surat Perjanjian Kerja. Di sana terdapat klausul yang mempertegas beberapa hal seperti status kekaryawanan kamu, gaji dan benefit yang kamu terima dan lain sebagainya termasuk di dalamnya adalah kapan kamu mendapat kesempatan naik gaji.

Misalnya saja kamu akan mendapatkan kenaikan gaji selepas masa percobaan selama 3 atau 6 bulan. Jika kamu telah melewati masa ini, sudah saatnya kamu mengajukan permohonan naik gaji selain juga meminta pembaruan Surat Perjanjian Kerja karena kamu telah melewati masa percobaan.

2. Meminta Atasan dan Rekan Untuk Melakukan Evaluasi Pekerjaanmu

Saat kamu merasa telah melaksanakan semua pekerjaan yang tertera dalam Job Description kamu dengan baik dan belum ada panggilan dari pihak HRD sementara atasan atau supervisormu juga tidak menunjukkan tanda-tanda memberikan hasil evaluasi pekerjaan, tidak ada salahnya atau jangan merasa malu untuk meminta hasil evaluasi tersebut kepada atasan kamu.

Hal ini berguna selain agar kamu mengetahui hasil kerja kamu dimata atasan, sekaligus juga untuk mengingatkan atasan kamu mengenai pembaruan status sekaligus gaji kamu. Karena bisa jadi atasan kamu terlalu sibuk atau project tertentu yang menyita perhatiannya sehingga hal ini terlewatkan.

Apabila menurut atasan kamu pekerjaanmu belum memenuhi standar perusahaan untuk kenaikan gaji, maka jangan sungkan untuk meminta saran darinya agar kinerja kamu dapat diperbaiki, atau minta pada atasanmu agar kamu diikut sertakan pada program di kantor yang memiliki muatan terkait pengembangan sumber daya manusia yang pada umumnya diselenggarakan oleh HRD.

Kamu juga bisa meminta evaluasi dari rekan kerjamu di kantor. Mereka adalah orang-orang yang bekerja sama denganmu tiap hari.

3. Pastikan Pekerjaanmu Telah Diselesaikan Dengan Baik

Sebelum kamu meminta kenaikan gaji atau evaluasi dari pekerjaan kamu, sebaiknya pastikan kembali bahwa kamu telah menyelesaikan pekerjaanmu dengan baik. Lakukan evaluasi terhadap dirimu sendiri. Selain perihal pekerjaan, perilakumu di kantor sebaiknya juga menjadi evaluasi kamu.

Misalnya saja apakah kamu kerap menunda pekerjaan, apakah kamu sering terlambat sampai ke kantor, apakah kamu sering mengobrol di tengah jam kerja, apakah sering menggunakan waktu istirahatmu lebih lama dari yang ditentukan atau terlihat malas-malasan saat menerima pekerjaan, dan lain sebagainya.

Hal ini perlu kamu lakukan karena bisa saja gajimu tertunda kenaikannya dikarenakan sikapmu sendiri. Jangan sampai hal seperti ini terjadi, ya.

4. Me-Reduksi Pinjaman Kantor

Tidak ada salahnya mengajukan pinjaman di kantor saat kamu perlukan, karena fasilitas ini memang disediakan untuk karyawan. Namun jika kamu terlalu sering mangajukan pinjaman sehingga hanya menyisakan minimal gajimu saja, maka hal ini kerapkali akan menjadi salah satu bahan pertimbangan apakah gajimu pantas diperbarui atau tidak.

Apalagi jika perusahaan mengetahui ternyata kamu juga memiliki banyak hutang di bank, koperasi atau teman sekantor. Belum lagi jika ternyata mereka mengetahui kamu membelanjakan pinjamamu untuk hal-hal yang tidak terlalu perlu seperti misalanya membeli ponsel terbaru padahal ponsel yang kamu miliki sekarang sudah cukup bagus dan dapat mengakses atau menopang semua pekerjaan dan kegiatanmu sehari-hari.

Sebaiknya jika memang belum memiliki uang yang cukup, tundalah atau tahan keinginanmu untuk memiliki barang yang cenderung bersifat glamour.

5. Memilih Waktu Yang Tepat dan Mempersiapkan Diri

Mengajukan permintaan naik gaji sah-sah saja, namun sebaiknya kamu memperhatikan pemilihan waktu dan situasi yang tepat.

Misalnya lakukan riset terlebih dahulu berapa rentang gaji untuk pekerjaan sejenis, cari waktu dimana atasan dalam kondisi tidak terlalu sibuk dan perhatikan kondisi keuangan perusahaan. Sebelum kamu mengajukan kenaikan gaji, misalnya dua minggu atau satu bulan sebelumnya, tunjukkan dengan jelas loyalitas dan dedikasimu terhadap pekerjaan dan ubah kebiasaan burukmu sesegera mungkin. Sedikit bersabar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ya.

Terkadang dikarenakan beberapa alasan, Perusahaan belum mampu memberikan kenaikan gaji, tetapi penghargaan diberikan dalam bentuk yang lain, misalnya saja, kenaikan tunjangan, waktu kerja yang lebih fleksibel, penambahan masa cuti, tunjangan pendidikan, pelatihan atau bahkan saham perusahaan. Hal-hal semacam ini harus juga menjadi bahan pemikiran kamu saat mengajukan permintaan kenaikan gaji.

Itulah tadi 5 strategi yang harus menjadi pertimbangan kamu sebelum kamu merasa tidak puas karena gaji tidak kunjung meningkat sementara kamu merasa sudah memenuhi segala standar kerja yang ada dan telah melaksanakan pekerjaan dengan baik. Yang terpenting adalah jangan terbawa emosi dan tetap bekerja dengan baik.

Sukses selalu buat kamu!

Leave a Comment

Webmaster tool activated by Webmaster Tools Plugin from LionScripts.com.